Sabtu, 31 Januari 2009

MAD PELIT MEMBERI SAMBUTAN SUNATAN

"Hadirin dan para handai tolan, terima kasih atas kehadiran bapak-ibu serta kerabat dan sahabat, pada Syukuran sunatan anak saya,kami ucapkan selamat datang ke gubuk sederhana kami,di hari yang cerah ini tidak lupa kami sampaikan bahwa:
1. Ongkos sunat Rp 1.500.000,00
2. Snack dan minuman semua ini Rp 2.000.000,00
3. Sewa tenda, kursi dan meja serta dekorasi Rp 1.750.000,00
4. Dokumentasi dan video shooting Rp 3.000.000,00
5. Katering Rp 3.250.000,00
6. Lain-lain ongkos Rp 2.000.000,00
7. Sehingga total biaya kurang lebih adalah Rp 13.500.000,00
Pada kesempatan ini pula, kami sampaikan agar amplop-amplop yang akan bapak-ibu-saudara-kerabat, dan semua yang hadir serahkan kepada kami, untuk di tinjau lagi besaran nominalnya, tak kurang dan tak lebihnya, semua amplop mohon diserahkan langsung kepada kami, orang tuanya, tak berpanjang kata, kami akhiri sambutan kami, semoga yang hadir di hari ini segera meninjau isi amplopnya, terima kasih, Wassalam.
Tanpa banyak cingcong hadirin segera angkat kaki mohon diri dan tak kembali...

Jumat, 30 Januari 2009

MAD PELIT MENGAQIQAHI PUTRINYA

Tempo hari sudah kuceritakan kebiasaan-kebiasaan MAD PELIT, nah kini kehidupan mad pelit lainnya, Mad Pelit sudah berkeluarga, anaknya tiga orang, dua cowok dan satu cewek, kali ini Mad Pelit akan mengaqiqahi putrinya, padahal kedua anaknya yang cowok belum diaqiqahi, alasannya biayanya terlalu besar untuk dua ekor kambing. Berhubung pernah bernadar jika anak ketiganya cewek, apapun yang terjadi akan di aqiqahi segera setelah lahir. Kali ini anak ketiganya benar-benar cewek, semua orang pasti senang jika keinginannya terkabul, tapi kali ini tidak, semua tetangga di beri tahu kalau anaknya cowok lagi, satu dua hari para tetangga percaya saja akan omongan Mad Pelit, namun akhirnya ketahuan juga kalau anaknya ternyata cewek, ributlah para tetangga nanyain kapan aqiqahnya...!
Janji demi janji di obral Mad Pelit, dari nanti 14 harinya, mulur ke hari yang ke 35, batal lagi kalau sudah setahun dan seterusnya, tetapi para tetangga semakin gencar mempertanyakan janji dan nadarnya, bahkan di takut-takuti jika melanggar janji akan kena kutukan Tuhan.
Tapi ya dasar Mad Pelit, akhirnya aqiqah dilaksanakan di kampung asalnya, dengan rinci dijelaskan proses aqiqahnya:
  1. Untuk cewek, kambingnya kan hanya satu, di pilihlah yang kurus dan termurah
  2. Agar dagingnya tidak ikut dinikmati non keluarga, dipilihlah keluarga-keluarga terdekat yang mendapat daging aqiqah itu
  3. Porsi terbesar dari daging kambing itu untuk diri sendiri dan keluarga
  4. Umumnya daging aqiqah dibagikan dalam bentuk matang dan disantap beramai-ramai, tap Mad Pelit membagikan dalam wujud daging
  5. Bukti sudah aqiqah, Mad Pelit memamerkan kulit kambing itu ke tempat tinggal rantauannya, dia jemur kulit itu sedemikian rupa sehingga setiap orang bisa melihatnya
Sekitar seminggu sesudah aqiqahan putrinya , tetangga Mad Pelit dari kampung asalnya datang mengunjungiku, iseng-iseng kutanya dia bagaimana acara aqiqahan putri Mad Pelit.
Justru dia yang terkejut dan tertawa, "Kamu ini seperti nggak tahu aja tentang dia !"
DIA BELUM AQIQAHI PUTRINYA, KULIT KAMBING YANG DIA BAWA ITU KULIT KAMBINGKU YANG SAKIT KUPOTONG SENDIRI, TANYA SAMA ISTRIKU,
Wah dasar Mad Pelit kegedhen ngomong daripada tindakan.....!!!

Rabu, 28 Januari 2009

PEMBURU RUPIAH DI SAMPAH

Susahnya hidup di masa kini, bagaimana tidak, di lingkungan tempat tinggalku, warga terpaksa buang sampah di tempat penampungan, letaknya tidak begitu jauh sih tapi memaksa setiap warga agar berkunjung ke tempat itu. Ternyata ketika kita buang sampah ke situ, sudah banyak orang yang menunggu-nunggu sampah-sampah kita, bahkan ada juga ibu-ibu yang dengan tanpa ragu mengaduk, membongkar tumpukan sampah aneka macam untuk menemukan sesuatu, jika ketemu barang yang kiranya bisa dijadikan uang seperti kertas, kardus, bekas botol minuman kemasan, maka barang-barang itu akan diamankan, kalau menemukan bahan makanan pun walau sudah basi, juga akan mereka amankan. Setiap orang yang terlibat di situ sudah memiliki kapling untuk menempatkan barang temuan mereka, dan mereka sepertinya sudah sepakat untuk saling berbagi.
Bagi Anda yang belum pernah membuang sampah di tempat pembuangan, silakan datang dan amati apa yang mereka lakukan, apalagi pada jam pembuangan malam hari, akan lebih banyak orang yang terlibat dalam pemungutan sisa-sisa dari sampah kita, mereka benar-benar pejuang demi menghidupi keluarga, bau yang menyengat, dan beceknya tempat beroperasi sudah mendarah daging baginya, ayo siapa mau ikut jejaknya.....?

MAT PELIT

Ini kisah tetangga juga, boleh di bilang dia ini teman, namun karena tinggal bersebelahan kampung, maka dia tergolong tetangga juga, dia ini mendidik seluruh keluarganya dengan cara sehemat mungkin dalam pengeluaran sehari-harinya, dari keperluan kebutuhan pokok sampai hal yang lain, ada sebagian yang bisa di contoh, namun saya sarankan jangan ikut sehemat itu, istilah dia, namun istilah umum, dia tentu pelit, karenanya anak-anak suka memamnggil MAD PELIT, coba saja:
  1. Kalau makan berlauk telur, telur itu direbus dan ketika dijadikan lauk, keadaan telur itu masih tetap bulat, nasinya yang di beri kecap, anak dan suami diharuskan memutarkan telur rebus itu ke tempat nasi yang akan masuk ke mulut, satu butir telur minimal bisa di pakai makan 3 - 4 kali.
  2. Kalau ada kondangan, serentak sekeluarga dilibatkan untuk menikmati konsumsi hidangan tuan rumah, dan pulang selalu belakangan agar bisa bawa bungkusan sisa konsumsi, bila ada acara seperti ini, telur yang sudah lewat beberapa kali, baru bisa dikonsumsi
  3. Untuk urusan sabun odol atau shampo, dia ukur dulu sabun mana yang paling besar dan murah, kalau shampo beli yang botol atau sachetan, dia ukur dengan teliti dengan melihat labelnya dan dihitung di tempat/toko, kalau ada yang irit, baru di beli
  4. Untuk pakaian, wah ini yang parah, selalu menunggu milik tetangga yang sudah nggak kepakai, dia modif terus dipaskan ke suami atau ke anak atau ke dirinya sendiri, jangan tanya setrikaan atau nggak, langsung aja di pakai
  5. Jika perlu rekreasi, di pilih tempat yang jarang ada pedagangnya, semua keperluan sudah disiapkan dari rumah makanan dan minumannya, tempat rekreasi yang di pilih juga yang bebas biaya masuk, misalnya ke taman reptil, cukup melongok dari kejauhan dan diluar area, disitu pula bekal dibuka, otomatis orang nggak menyangka kalau keluarga Mad Pelit ini sedang rekreasi.
  6. Yang paling mengundang prihatin ketika anak sulungnya minta nikah, semua pacar nggak ada yang disetujuinya, sampai akhirnya si sulung nekat minta kepada orang lain melamarkan si pacar, ketika di tanya mengapa semua pacarnya nggak disetujui, alasannya bikin mengelus dada, "Wah nanti kalau aku nikahkan anakku, berapa orang undangan yang enak-enak makan minum lengkap, orang aku aja satu telur bisa di pake berkali-kali, para undangan makan seenaknya, nggak mikir apa lauk sepiring itu bisa di pakai beberapa hari, yah pokoknya aku nggak setuju kalau anakku nikah !"

Ya begitulah keseharian Mad Pelit, kalau bisa masak enak itu pasti hasil minta kiri kanan depan belakang tetangganya, kalau ada kopi, pasti gulanya dari si A, kopinya dari si B, masaknya di C

Sabtu, 24 Januari 2009

PIKIRAN TERBALIK

Adalah seorang tetangga, cantik seksi dan menawan, aku nggak tahu pendidikan waktu kecilnya sampai berumahtangga pun, aku tak tahu cara suami mendidiknya, dia selalu berpolapikir terbalik, atau mungkin aku yang kurang wawasan, coba deh ikut berpikir:
  1. Ada arisan yang dia ikuti, namun pada giliran di kocok, dia pinginnya dapat duluan walau belum bayar, bila di tagih dia selalu berkata: "kocok dulu, ntar kalau saya yang dapat, potong saja dari situ!", kalau yang dapat orang lain, dia marah tak bersapa dengan yang dapat, dan bersedia membayar dengan cara yang tak etis.
  2. Ada sepeda motor parkir melintang di tengah jalan, yang wajar bagi pengguna jalan yang lain pasti akan membunyikan klakson agar pemilik motor itu meminggirkannya, namun si tetangga ini justru memarahi pengguna jalan, cari jalan lain katanya. Eh apa dia nggak nyadar kalau jalan itu cuma itu, habis itu, yang bunyiin klakson malah nggak di sapa berhari-hari.
  3. Dimana-mana orang yang utang, bila jatuh tempo pasti akan ditagih, bila berkali-kali nggak bayar tentu pengutang yang marah, si tetangga ini justru sebaliknya, bila dekat jatuh tempo, dia pasang aksi, marah tak karuan, dan ujung-ujungnya si pengutang akan dijauhi plus tak di sapa
  4. Hewan yang biasanya kencing di sembarang tempat adalah anjing, anak si tetangga ini berperilaku seperti itu, ada kerumunan orang, apabila kebelet, langsung saja anak itu kencing disitu, jika bermain dengan teman sebayanya, dia malah mengencingi temannya itu, jika si teman marah, orang tua yang mengencingi memarahi anak yang dikencingi, ngomel tak karuan, sudah jadi korban malah kena damprat..

Ya begitulah keseharian tetangga kita yang satu ini, ada saja yang bisa dijadikan bahan cerita..!!!

Rabu, 21 Januari 2009

JAMU DEMAM BERDARAH

Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegepty, penderita mengalami gejala panas dingin, demam tak turun-turun, dengan pemeriksaan laboratorium dapat diketahui kepastiannya. Dengan periksa lab, diketahui dengan segera kadar trombosit pada darahnya. Penderita bila tidak menjalani treatment apapun akan berakibat kematian, namun pengobatan medis belum ada obat yang benar-benar paten.
Pengalaman dengan kedua anak saya bisa dijadikan contoh bagi Anda, Tahun 2004 kedua anak saya mengalami demam tinggi susul menyusul, ibunya sudah panik, periksa ke dokter tidak membuahkan hasil, dengan aneka jus juga tidak ada perubahan, hasil lab menunjukkan penurunan trombosit yang tajam.
Dalam kepanikan saya, ada teman menginformasikan cara menaikkan trombosit, yaitu sebagai berikut:
1. Carilah cacing tanah secukupnya
2. Cuci sampai bersih dengan mengurut satu per satu
3. Rebus dengan air secukupnya
4. Air rebusan di campur jeruk nipis dan madu, diminum setiap satu jam setengah gelas
5. Agar anak-anak bersedia minum, ayahnya minum duluan segelas
6. Ampas rebusan cacing digerus sampai lembut, di beri air rebusannya kemudian di saring,
diambil airnya tambahkan madu dan jeruk nipis
7. Lakukan sampai tiga hari berturut-turut jika kadar trombositnya belum naik
8. Jika sudah naik trombositnya, cukup rebusan airnya saja yang dikonsumsi untuk menjaga stamina
9. Untuk memastikan kenaikan trombosit, perlu cek laboratorium
Anda bisa mencobanya, sesudah itu banyak rekan yang minta tolong dibuatkan ramuan cacing, dan hasilnya Alhamdulillah kadar trombositnya meningkat dengan cepat, kini musim hujan, banyak penderita Demam Berdarah, namun ketersediaan cacing juga melimpah, waktu direbus baunya gurih merangsang lapar asal mencucinya benar-benar bersih, selamat mencoba, Tuhan sudah menyediakan obat disekitar asal penyakit itu kok......Insya Alloh

Selasa, 20 Januari 2009

GOSONG


Sengaja kata ini saya populerkan agar kita dapat menjaga diri, gosong itu masakan yang terlambat diangkat, atau gorengan yang telat diangkat pula. Gosong itu jika kita kelamaan berjemur di pantai bikin kelam kulit kita. Segala sesuatu yang sudah gosong, sulit untuk dinikmati, coba saja nikmati nasi gosong, sayur gosong, kerupuk gosong, tahu gosong, ikan gosong, mie gosong, anda mau mencoba!
Atau mungkin ingin menikmati pemandangan nasi gosong, kerupuk gosong, tahu gosong atau sekali-sekali biarkan setrikaan menancap terus menerus sampai gosong, bayangkan apa indahnya pemandangan itu ....!
Kehati-hatian mengontrol diri itulah agar tidak gosong, namun bagi pengantin baru justru senang yang gosong-gosong, terlanjur jalan kok cepet-cepet diangkat, gosong ya biarin aja....!!!!

BALADA MAMAD DAN MIMIN

Mamad dan Mimin adalah pasangan suami istri dengan dua orang anak cowok dan cewek , si Mamad orangnya kalem sabar dan nrimo sedangkan Mimin kebalikan dari Mamad, ambisius selalu ingin yang perfek-perfek, tiada hari tanpa kecerewetannya, gabungan sifat itu diwarisi oleh kedua anak mereka, omelan dan desisan saling silih berganti. Bila Mimin mulai ngedumel, memberondongi Mamad dengan segala sumpah serapah, si Mamad cukup berdesis menanggapinya dan kedua anak mereka akan menyingkir guna mengurangi frekuensi sumpah serapah itu.
Pada suatu hari, mereka mendapat undangan hajat pernikahan rekan muda mereka, kedua anaknya sudah siap dengan dandanan rapi dan wangi, begitu pula dengan si Mamad, mereka sudah pada siap di garasi, se menit dua menit, mereka sabar menunggu sang Ibu, lima belas menit berlalu tanpa ada tanda-tanda si Ibu mau keluar, mereka buka kaca-kaca mobil mengurangi kegerahan, samar-samar si anak mendengar omelan sang Ibu, "Pa kayaknya Mama sedang uring-uringan lagi tuh" kata salah satu anak mereka. "ya biarin aja itu sudah lagunya", sahut Sang Ayah.
Setengah jam berlalu, akhirnya sang Ayah turun dari mobil menyusul sang Ibu ke kamar, sesampai di kamar sang Ayah keheranan melihat segala isi lemari berantakan di tempat tidur, dan sang Ibu sendiri masih sibuk pilih-pilih, dalam kesibukan dan ketermanguan Sang Ayah, terdengar omelan si Mimin,
"Dasar si ayah, beliin nggak bisa, ngrusakin iya, kebaya dibolongin, selendang dilunturin, ini kerudung lecek semua, yang paling mahal malah paling parah, aku harus pake apa ini !"
Dengan tenang dan sabar si Mamad menyahut:
"Ma, sejak awal kamu kan tahu, bila kita sudah saling cinta pasti akan ada kerusakan pada dirimu, ingat nggak waktu malam pertama, kerusakanmu kan lebih parah dari ini semua (sambil menunjuk seisi tempat tidur), mahalan mana ketika kehilangan keperawananmu dengan seonggok gombalan di depanmu itu hayo, nih pake yang ini saja, Mama pasti cantik deh", sambil menyodori seperangkat busana yang paling match
"Ih Papa tahu aja, habis kesel sih nggak ada yang nungguin, ayo berangkat ntar telat nggak nyaksiin akad nikahnya lho"
Ya begitulah keseharian mereka, pada suatu ketika ada aja persoalan.....!