Minggu, 22 Februari 2009

RAWAT INAP

Pada musim hujan, biasanya mewabah penyakit demam berdarah, anak Mad Pelit pun terkena wabah itu,mulanya panas biasa, oleh Mad Pelit dibelikan obat penurun panas, namun dua hari panas tidak turun sekarang malah tambah demam, kemudian anaknya diperiksakan di Puskesmas,mendapat obat lagi, ternyata ketika esoknya panas dan demamnya semakin tinggi, oleh para tetangga disarankan cek darah.
Bertanyalah Mad Pelit kesana kemari mencari laboratorium termurah, setelah didapatkan, tanpa banyak komentar, ujung jari anak Mad Pelit ditusuknya dengan sebuah jarum jahit sampai darah mengucur, anaknya berteriak kesakitan, Mad Pelit dengan santainya menampung tetesan darah itu dalam sebuah botol bekas zat pewarna makanan yang masih tersisa sedikit.
Setelah itu dibawalah botol darah tersebut ke laboratorium termurah dikotanya. Beberapa jam kemudian keluarlah laporan hasil lab, antara lain disebutkan bahwa golongan darah anaknya B, kandungan warna biru 30%, kandungan warna kuning 30%, zat pengawet 10%, bahan tambahan 30% juga, menerima hasil lab itu Mad Pelit kaget, orang anaknya demam panas kok ada pewarna segala.
Kemudian tetangga menyarankan supaya anaknya di bawa langsung ke rumah sakit, bertanya lagi Mad Pelit mana rumah sakit termurah, ketika keliling bertanya, anaknya demamnya semakin tinggi. Karena situasi semakin kritis, para tetangga berinisiatif membawa anak Mad Pelit ke rumah sakit terdekat yang terkenal mahal.
Tapi apa yang terjadi sepulang Mad Pelit cari informasi rumah sakit berharga murah ,
para tetangga yang membawa anak Mad Pelit ke rumah sakit dimarahi habis-habisan:
"Tahu nggak kalian, rumah sakit itu mahal, uangnya perlu banyak, cari uang itu lebih susah daripada bikin anak baru,siapa nanti yang mau bayar!"
Sebelum tetangga menjawab sudah kudamprat dulu:
"Hei nyawa itu lebih berharga daripada duitmu yang jamuran, kalau nggak mau punya anak, jual saja anakmu itu, kasih diskon sampai 88% banyak orang yang mau beli anak kok!"
Mad Pelit terdiam (kayaknya sedang membuat kalkulasi biaya) dan tetangga pun langsung kabur...cuek!

Tidak ada komentar: